Trip Mlancong




Provinsi


Dipublikasikan pada Hari Senin, 3 Agustus 2015 WIB

Yogya Trip dan Gua Pindul

Walaupun jumlah peserta hanya 5 orang namun acara tetap berjalan. Kamis, 25 Oktober 2012, selepas Maghrib semua peserta sudah siap, ada Tiarmida atau tenarnya dipanggil dengan nama Ida, Vera, Novia dan Siti Balqis. Dan satu lagi…si Cupay..Sang Primadona dari Kota Sleman yang langsung menunggu di Kota Yogyakarta.

Daftar menunya

 

Kali Opak

 

Di Jejamuran

 

Di homestay

 

In action

 

Selamat datang..

 

Di Air Terjun Sri Gethuk

 

Di Gua Pindul

 

Siap-siap

 

Yuk caving

 

Selesai sudah caving nya

 

Happy......

 

Karena libur panjang, perjalanan malam itu cet macet di Pantura. Bayangkan, berangkat dari Gelael Pancoran jam 8 malam, baru masuk Kota Cirebon pagi hari jam 4. Kena macet hampir 4 jam lamanya di jalur Subang dan Indramayu. Setelah beristirahat di rest area Cirebon, perjalanan dilanjutkan ke arah Kota Purwokerto sebelum akhirnya berhenti sejenak untuk melaksanakan sholat Id bagi yang melaksanakannya.

Dan perjalanan dilanjutkan terus sampai akhirnya kurang lebih jam 12.30 Mlancong-ers tiba di Yogyakarta dan langsung menuju Soto Kudus Panjunan yang berada di Jalan Magelang km.7, Sleman. Slep..slep….semuanya lapar dan lahap menikmati lezatnya Soto Kudus Panjunan. Setelah semuanya kenyang, Mlancong-ers segera menuju homestay yang terletak tidak jauh dari lokasi Soto Kudus Panjunan.

Satu setengah jam lamanya istirahat, perjalanan segera dilanjutkan ke Kaliadem, dimana bekas kejayaan Sang Penguasa Merapi ,”Mbah Marijan” masih terlihat dengan jelas. Wow…ternyata mobil tidak bisa sampai persis di lokasi sehingga harus jalan kaki sekitar 500 meter. ,”Aduuuh gimana sih Mas…kok nanjak sih jalannnya,” Keluh Ida dan Vera yang memang terlihat agak malas jalan. Namun akhirnya jalan juga, hmm….sekalian nurunin berat badan bro..hehehe.

Foto-foto dengan berbagai posisi dan latar belakang, tentunya menjadi kegiatan andalan para mlancong-ers. Bahkan sampai menjelang maghrib pun masih saja bergaya sana bergaya sini tak mau melewatkan momentum yang ada. Puas deh pokoknya…tak mau kehilangan kenang-kenangan dengan Mbah Marijan.

Lapar karena turun naik bukit, langsung saja dari Mbah Marijan menuju ke Rumah Makan Jejamuran. ,”Akhirnya mimpi saya selama ini terkabul,” kata Ida yang sedari tadi terlihat lemes karena kecapaian. Karena memang suasana resto Jejamuran sangat mendukung untuk bercengkerama, tak terasa sudah 2 jam lamanya berada di resto ini. Sebelum akhirnya waktu menunjukkan jam 9 malam dan Mlancong-ers kembali ke homestay untuk beristritahat.

Sabtu paginya, jam 6 pagi, Mlancong-ers segera bersiap menuju area Wonosari, yaitu dengan tujuan AirTerjun Sri Gethuk dan Gua Pindul. Kali ini Siti Balqis yang terlihat paling bahagia, hmm…katanya karena selama ini hanya melihat Air Terjun Sri Gethuk dari kalender-kalender atau TV..busyet…kacian deh lo…hehehe…tapi akhirnya mimpi jadi kenyataan juga. Memang Sri Gethuk ini sangat unik sekali, karena air terjunnya yang berundak-undak, bagaikan taman buatan. Namun sejatinya asli dari alamnya yang memang begitu.

Dua jam lamanya berada di Air Terjun Sri Gethuk, jam 10.30 perjalanan dilanjutkan ke Gua Pindul. Lokasi Goa Pindul tidak terlalu jauh dari Air Terjun Sri Gethuk, kurang lebih 40 menit lah perjalanan dengan mobil. Wah begitu kagetnya ketika sampai di Goa Pindul, suasana padat merayap dan oranbg-orang sangat berjubel, sampai harus antri hampir satu setengah jam lamanya. Duuh…lega…akhirnya bisa juga menyusuri keindahan Goa Pindul.

Satu setengah jam lamanya Mlancong-ers diajak berputar-putar menyusuri keindahan stalaktit dan stalakmit Goa yang memang begitu indah dengan keunikannya. Dan yang paling top adalah melihat cahaya dari surga. Di Tengah goa, ada lubang yang berdiameter kurang lebih 4-5 meter. Dan dari lubang itu, memancar sinar matahari yang memantulkan aura hijau muda dari sungai di dalam gua. Wow…sungguh indah….betul-betul cahaya dari surga.

Kemudian setelah selesai berpuas diri dengan Goa Pindul. Perjalanan dilanjutkan dengan makan siang menjelang sore..hehehe..karena jarum jam sudah menunjukkan jam 3 sore,. Warung Mbah Jirak, itulah tujuannya, warung yang menjual makanan khas Gunung Kidul, yaitu nasi merah lombok ijo. Hmm….top markotop….enak dan mantab. Semuanya nambah…semuanya kenyang. Perjalanan Wonosari diakhiri dengan pembelian oleh-oleh di Yu Tum. Yak..apalagi kalau bukan tiwul..yang paling khas dari Gunung Kidul.

Setelah puas ubek-ubek kawasan Wonosari hari itu, perjalanan pun dilanjutkan ke Kota Yogyakarta. ,”Mas..jangan lupa ya Bakpia Java,” Pinta Ida. Ya sudahlah akhirnya mampir juga ke Bakpia Java yang berada di Jalan KS Tubun Pathuk-Yogykarta. Borong dah itu semua bakpia…..hehehe.

Lah..setelah selesai membeli bakpia, malahan si Ida and the gang, malah mau misah dengan rombongan dan keliling Malioboro sendiri…hui..hui…mau clubbing nih ceritanya Da. Ya sudah mumpung ada kesempatan ya Da…..hehehe….Akhirnya malam itu Mlancong-ers clubbing di emperan Malioboro sampai dengan jam 12 malam.

Ah…bener kan…pagi harinya yang semula perjalanan balik ke Jakarta direncanakan jam 6 pagi, molor menjadi jam 7. Hmm..pada kesiangan habis dari clubbing sih. Perjalanan ke Jakarta melalui Ambarawa sekaligus mampir di Museum Kerata Api Ambarawa. Uniknya sebelum ke Museum Kereta Api, mampir dulu di pecel emperan Mbok Kami, yang pengunjungnya luar biasa banyak. Sampai-sampai harus rela antri untuk mendapatkan satu pincuk nasi pecel. Gile…luar biasa…padahal rasanya biasa aja sih..

Kemudian mampir di IBC (International Batik Centre) yang berada di Pekalongan sebagai tempat persinggahan terakhir sebelum menuju Jakarta. Trims ya Ida..Vera…Balqis…Cupay…Novia……luar biasa..kompak…..till we meet again ya…

By : AMGD

 

 



Kirim komentar

Nama :

Email :

Isi Komentar :

Masukan Angka Berikut ini : 538


×