Trip Mlancong




Provinsi


Dipublikasikan pada Hari Senin, 3 Agustus 2015 WIB

Wiskul Tangerang, mlancong-ers, 16 Juli 2011

Karena itu mlancong-ers, pada tanggal 16 Juli 2011 dari pagi hingga sore hari memburu kuliner di seputaran Tangerang. Walaupun kali ini hanya diikuti oleh 8 mlancong-ers, namun acara tetap berjalan seru.

Bakso Mang Bandi

Tulang ayam

Mantab es campurnya...

Enak ya...

Di depan bakso Mang Bandi

Di Boen Tek Bio

Di Masjid Pintu Seribu

Di Bendung Pintu Sepuluh

Sate Bang Wahab

Sop kambing Bang Wahab

Pagi itu, setelah semua peserta kumpul di meeting point Gelael Pancoran, segera saja dua rombongan mobil meluncur ke arah Tangerang. Di depan Kantor Imigrasi Tangerang sudah siap menyambut rombongan, sekaligus yang akan memandu wiskul hari itu, adalah Om Ian Maradona.

Buruan pertama adalah Nasi Uduk Encim Sukaria yang terletak di Jalan Sholeh Ali. Hampir semua peserta memesan nasi uduk dengan berbagai lauknya, seperti semur kentang, semur jengkol, tahu bacem, kripik udang dan lain-lain. Namun yang paling masyhur dari tempat ini adalah Nasi uduk dengan semur jengkol dan kripik udangnya. Dua jenis lauk ini yang membuat orang selalu datang kesini, apalagi kripik udangnya...hmm..renyah dan lezat.

Buruan kedua adalah bakso Mang Bandi yang lokasinya tidak jauh dari Nasi Uduk Encim Sukaria. Mlancong-ers memperkirakan sampai bakso Mang Bandi masih sepi, karena waktu menunjukkan pukul 9.30 pagi. Ternyata sampai lokasi hanya tersisa beberapa tempat duduk yang pas sekali buat mlancong-ers.

Luar biasa memang bakso ini, walaupun terletak di gang sempit jalan Sukamanah, Tanerang, namun tak pernah sepi pengunjung. Bahkan di hari Sabtu dan Minggu jam 1 siang semua dagangan sudah ludes. Makanya kalau datang kesini lebih pagi menjadi lebih bagus. Sebetulnya untuk rasa baksonya biasa saja, namun bacang yang menjadi campuran bakso dan menu tutup nya, es campur, luar biasa dahsyat rasanya. Inilah salah satu daya tarik dari Bakso Mang Bandi.

Setelah memburu dua tempat makan tersebut, rupanya mlancong-ers perlu mengosongkan perut dulu dengan berkunjung ke klenteng Boen Tok Bio yang terletak di Pasar Lama Tangerang, Bendung Pintu Sepuluh, Masjid Pintu Seribu dan Masjid dengan kubah terbesar di dunia-yaitu Masjid Al’Azom.

Barulah dilanjutkan buruan terakhir yaitu Sate Empuk Mang Wahab. Untuk Sate Mang Wahab, berdasarkan studi perbandingan mlancong-ers, rasa satenya biasa saja. Namun untuk sop kambingnya mlancong-ers sepakat, ok lah !!!. Sop kambingnya dengan kuah bening dan kaldu dagingnya cukup membuat lidah bergoyang.

Irisan tulang yang dibalut dengan daging, sangat empuk ketika digigit, dan terasa mak ces ketika melewati tenggorokan menuju perut. Hmmm....!!! sedaaap. Setelah selesai menyelesaikan buruannya, akhirnya rombongan pulang ke rumah masing-masing denga senang karena perut kenyang. Heheheh...salam kuliner !

By : AMGD



Kirim komentar

Nama :

Email :

Isi Komentar :

Masukan Angka Berikut ini : 735


×