Trip Mlancong




Provinsi


Dipublikasikan pada Hari Senin, 3 Agustus 2015 WIB

Wiskul Serang Bareng Mlancong-ers, 11 Februari 2012

Mlancong-ers pun berkenan berkunjung ke Serang dalam rangka wisata kuliner Bareng dan wisata ke Situs Banten Lama. Acara dimulai sejak pukul 7.30 pagi dari Jakarta menuju Rabeg Khas Serang sebagai tujuan pertama, yang terletak di seputaran alun-alun Kota Serang.

Di Rabeg Khas Serang

In action

Ini lo Rabeg...

Menara masjid Banten

Silakan masuk

In action

Istana Kaibon

In action di istana Kaibon

Pohon beringin disamping istana Kaibon

Sate bebek Cibeber

Sate Bebek Cibeber

Sate bandeng Hj.Maryam

Sate bandeng...hmm..lezat..

Rabeg Khas Serang konon katanya merupakan makanan kesukaan para Sultan Banten yang sekarang menjadi salah satu ciri khas kuliner Serang. Kalau di daerah Jateng dan Jatim biasanya lebih dikenal dengan semur, dimana ada tambahan tahu dan tempe. Namun kalau Rabeg biasanya hanya diisi dengan daging kerbau atau sapi.

Kebetulan juga Mbak Hani, Sari dan Runti peserta wiskul Serang pagi itu belum makan pagi, jadinya pas banget deh pagi-pagi disambut dengan Rabeg. ,”Wah pas banget nih Rabegnya, belum makan pagi pula,” Kata Runti. Satu mangkuk pun tuntas untuk mengisi perut mlancong-ers pagi itu dan sebagai bekal untuk tujuan selanjutnya, yaitu Situs Banten Lama.

Hanya butuh waktu setengah jam saja untuk mencapai Situs Banten Lama dari Alun-alun Kota Serang. Karena cuaca saat itu cerah, maka Mlancong-ers langsung menuju ke Masjid Agung, untuk mengambil gambar Menara Masjid. Kalau langit cerah, menara Masjid ini terlihat sangat indah. ,”Wah asyik….langitnya biru..,” Teriak Mbak Hani sambil menenteng kamera besarnya. Jeprat-jepret..semua Mlancong-ers sibuk mengabadikan keindahan menara masjid tersebut.

Kemudian perjalanan dilanjutkan ke museum dan benteng Surosowan yang terletak tidak jauh dari masjid, dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki. ,”Duh panas banget, saya istirahat di warung sini aja…nggak tahan panasnya,” Kata Sari dengan muka yang sembab karena keringat. Cuaca siang itu memang terik sekali, hingga membuat kepala terasa pening jika tidak kuat dengan terik matahari.

Situs Kaibon menjadi tujuan perjalanan berikutnya, yang lokasinya hanya sepuluh menit dari Situs Banten Lama dengan kendaraan bermotor. Di Situs Kaibon tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa pengunjung yang terlihat. Mlancong-ers cukup terpana dengan kemegahan puing-puing Situs Kaibon. ,”Dari puing-puingnya saja masih terlihat keindahannya, bagaimana dulunya ketika masih utuh,” Komentar Runti. Memang, situs ini dengan puing-puingnya yang tersisa masih sangat terlihat keindahan dan kemegahannya, apalagi dulu waktu masih kokoh bediri, pastilah sangat indah.

Jarum jam menunjukkan pukul 12.10 menandakan jam makan siang segera tiba. Mlancong-ers pun bergegas meninggalkan Istana Kaibon dan menuju Sate Bebek Cibeber. Setelah bertanya beberapa kali, akhirnya satu jam kemudian sampailah di Sate Bebek Cibeber. Sate ini hampir sama dengan sate lainnya, namun daging bebeknya lembut dan tidak terasabau amis bebeknya. Apalagi kecapnya menggunakan kecap spesial Khas Serang, cocoklah kalau disebut Sate Bebek khas Cibeber.

Tak mau berlama-lama di Sate Bebek Cibeber, perjalanan dilanjutkan ke alun-alun Serang untuk memburu durian khas Serang. ,” duapuluh lima ribu Pak….satunya,” teriak pedagang durian menawarkan dagangnnya. Setelah melalui proses tawar menawar, akhirnya satu durian boleh dibeli dengan harga dua puluh ribu rupiah. Wah duriannya benar-benar mantab, memang durian matang pohon….buktinya semuanya manis. Waduuh serasa mau duduk terus dan menikmati duriannya.

Sebagai oleh-oleh dari Serang adalah sate Bandeng Khas Serang Ibu Hj.Maryam. Lokasinya tidak terlalu jauh dari alun-alun, Tanya saja sama semua tukang becak atau penjual di seputar alun-alun, pasti tahu tuh lokasinya Sate Bandeng Ibu Hj.Maryam.

Pembelian Sate Bandeng merupakan perjalanan penutup pagi itu, dengan demikian selesailah sudah acara Wiskul Serang hari itu, …semua peserta pulang dengan puas dan kenyang…..sampai ketemu di acara selanjutnya.

By : AMGD



Kirim komentar

Nama :

Email :

Isi Komentar :

Masukan Angka Berikut ini : 868


×