Trip Mlancong




Provinsi


Dipublikasikan pada Hari Senin, 3 Agustus 2015 WIB

Wiskul Bogor Bersama Mlancong-ers 1 Oktober 2011, Kenyang dan Menyenangkan

Berawal dari kunjungan pertama ke Dapur Karuhun, Indraprasta, Bogor, para peserta masih nampak kaku karena baru saling mengenal satu sama lain. Setelah setengah jam duduk lesehan di salah satu saung, barulah susanana nampak cair. Terlihat semuanya saling bercanda dan saling tertawa. Kunjungan ke Dapur Karuhun tentunya diakhiri dengan pembelian oleh-oleh ikan balitanya (ikan wader) yang sudah kesohor. Semua peserta membeli ikan balita, katanya untuk oleh-oleh yang di rumah dan teman kost.

In action

Di depan FO Livingroom

Sedang makan di sop Mang Ndang

Di depan warung Mang Endang

@Roti Bogor Permai

@Macaroni Panggang

@Apple Pie

@Sop Buah Pak Ewok

@Kedai Teh Laresolo

Kunjungan selanjutnya adalah ke FO (Factory Outlet) Livingroom yang terletak tidak jauh dari Dapur Karuhun. Begitu masuk ruangan FO, semua peserta langsung berhamburan mencari koleksi yang disukai. Koleksi Livingroom boleh dikatakan cukup lengkap, lantai satu khusus koleksi untuk pakaian pria dan souvenir, lantai dua khusus untuk koleksi pakaian wanita dan lantai tiga khusus untuk koleksi anak-anak. Dan di lantai dua terdapat kafe kecil dengan kapasitas kursi untuk 10 orang, buat bersantai para pelanggan yang datang. Semua mlancong-ers borong semua, ada yang beli baju, souvenir, kaos, jaket dan lain-lain.

Setelah puas membeli baju, mlancong-ers kemudian meluncur ke sop buntut Mang Endang yang rasanya memang nendang. Ketika mlancong-ers datang, jarum jam menunjukkan pukul 12.15 alias jamnya makan siang, karenanya semua tempat duduk penuh dan harus rela antri selama kurang 10 menit untuk mendapatkan tempat duduk.

Setelah duduk, tak lama kemudian sop yang dipesan datang semua. Yang tadinya mlancong-ers banyak ngobrol dan bercanda, sekarang benar-benar terdiam karena tendangan sop di perut masing-masing mlancong-ers. Hmm...mantab dan nikmat memang sop Mang Endang ini....kuahnya seger dan dagingnya empuk. Tak puas rasanya hanya satu porsi...

Perut masih kenyang gara-gara sop Mang Endang, tapi roti Bogor Permai yang sudah terkenal sejak dulu kala tak boleh juga terlewatkan. Maka dari itu, setelah habis tuntas melahap sop Mang Endang, mlancong-ers meluncur ke Bogor Permai yang lokasinya hanya 3 menit dari sop Mang Ndang. Beberapa mlancong-ers nampak membungkus roti yang dipesan, karena untuk makan di tempat, perut sudah tidak bisa menampung lagi. Beberapa yang lain masih bisa makan barang satu atau dua potong roti.

Puas makan dan belanja roti di Bogor Permai, langsung dihantam dengan toge goreng Ibu Omah yang letaknya berdampingan dengan gerai roti tersebut. Kali ini mlancong-ers benar-benar sudah tak kuat lagi perutnya. Terbukti, satu porsi dibagi untuk tiga orang..alamaak..kurang gede nih perut.

Walaupun perut sudah kenyang, perjalanan wiskul tetap dilanjutkan sesuai jadwal yang ditentukan. Ya, Macaroni Panggang yang berada di Jalan Salak No. 24 menjadi jatah santapan berikutnya. Hmm...ternyata ketika sampai di tempat tidak ada yang pesan makanan, melainkan dibungkus semua untuk di bawa pulang. Semua peserta memesan minuman dengan berbagai jenisnya, ada teh, kopi, cokelat dan lain-lain. Dan diteruskan ke Apple Pie, yang lokasinya hanya berjarak 300 meter dari Macaroni Panggang.

Perjalanan masih harus dilanjutkan, kalau tadi pagi mencicipi sop buntut, kali ini sop buah. Minuman ini sangat fenomenal akhir-akhir ini, karena ramainya dari pagi hingga malam nggak berhenti. Sop buntut Mak Ewok, namanya yang sangar dan juga lucu di sebagian telinga orang. Sop nya sih biasa aja, tapi pengunjungnya luar biasa. Hal yang paling lucu ketika berada di sini, adalah dinobatkannya dua orang mlancong-ers menjadi Pak Ewok dan Mak Ewok, Tulus sebagai Pak Ewok dan Esti sebagai Mak Ewok. Cocok deh..lanjuut...!

Akhirnya nongkrong di Kedai Teh Laresolo mengakhiri perjalanan wiskul seharian di Bogor. Perut kenyang dan hati senang...sampai ketemu di wiskul berikutnya...trims untuk para peserta...Mbak Hani, Bu Tyas dan keluarga, Esthie, Iye Sundari, Sita Dewanti, Desianita Puspaningrum, Tulus K dan Mbak Hartini.

 

By : AMGD



Kirim komentar

Nama :

Email :

Isi Komentar :

Masukan Angka Berikut ini : 568


×