Trip Mlancong




Provinsi


Dipublikasikan pada Hari Senin, 3 Agustus 2015 WIB

Wiskul Bareng mlancong-ers, Minggu, 15 Mei 2011

Kunjungan pertama sekaligus menjadi meeting point untuk tempat kunjungan berikutnya adalah Kopi Phoenam yang berada di Jalan Wahid Hasyim, belakang gedung Sarinah, Jakarta Pusat. Sebagai korlap (koordinator lapangan) acara ini adalah Mirna Gazali, Ibu beranak satu yang tetap semangat untuk memimpin acara ini.Terlihat Jam 10-an semua peserta sudah kumpul di lokasi meeting poin, yaitu Kopi Phoenam.

Di Sakura Anpan

Di Soto Haji Ma'ruf

Di Depan Rumah Pitung

Di Rumah Aprida

Tanpa dikomando, semua peserta yang hadir, sekitar 13 orang, memesan kopi dengan berbagai jenisnya. Ada kopi susu, kopi creamer, kopi coklat dan lain-lain. Sembari minum kopi, Pak Bonnie, Manager Kopi Phoenam, menemani rombongan untuk berbincang-bincang seputaran sejarah kedai ini. Ternyata Pak Bonnie merupakan generasi ketiga dari pendiri Kopi Phoenam, beberapa poin yang disampaikan Pak Bonnie pada intinya adalah perjuangan luar biasa yang telah dilakukan sampai sekarang, sehingga Kopi Phoenam eksis dan pelanggannya makin hari makin bertambah. Hampir 1,5 jam lamanya rombongan berada di Kopi Phoenam sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Sakura Anpan.

Sakura Anpan yang terletak di Jl.Haji Agus Salim, atau orang-orang menyebutnya Sabang, hanya ditempuh 5 menit dari Kopi Phoenam. Toko roti yang dulu menjadi salah satu legenda ini hampir tidak berubah penampilannya. Semua rotinya, tetap enak seperti dulu. Namun pelanggannya sepertinya berkurang karena semakin banyaknya bakery-bakery modern yang tumbuh. Bagi sebagian orang, roti Sakura Anpan tetap menghadirkan sensasi rasa yang berbeda dari toko roti lainnya.

Setelah belanja roti di Sakura Anpan, perjalanan dilanjutkan dengan makan siang di Soto Betawi H.Ma’ruf, Taman Ismail Marzuki. Setelah sampai, terlihat semua mlancong-ers langsung memesan Soto Betawi, semuanya terlihat sudah pada lapar. Begitu semua rombongan selesai makan, Pak H.Muhlis (pemilik Soto Betawi H.Ma’ruf – generasi kedua) terlihat di pintu masuk dan segera menemui mlancong-ers untuk sharing seputar sejarah Soto Betawi H.Ma’ruf.

Banyak hal yang disampaikan oleh Pak Muhlis, terutama perjuangan Pak H.Ma’ruf mendirikan warung soto ini. Dari mulai pikulan, sampai dengan sekarang, sungguh dengan perjuangan yang luar biasa. Satu hal pesan Pak H.Muhlis adalah, ”Jika tidak bisa berlari maka berjalanlah, jika tidak berjalan maka merangkaklah, kalau anda berhenti maka anda sejatinya mati sebelum mati,”. Spirit dari kalimat tersebut adalah pantang menyerah dan terus berusaha, maka niscaya kita akan menjadi orang yang sukses.

Sungguh 1,5 jam telah berlalu dan tak terasa, karena semangat Pak Muhlis dalam membagi pengalamannya kepada para mlancong-ers. Jam 1.30 siang seharusnya sudah meninggalkan lokasi menuju rumah Si Pitung, namun akhirnya sampai dengan 2.15 para mlancong-ers baru meninggalkan lokasi.

Kurang lebih jam 4 sore mlancong-ers tiba di rumah si pitung setelah meliuk-liuk diatara Jalan Pramuka dan By Pass Jalan Ahmad Yani. Aksi narsis berfoto segera saja diperlihatkan oleh para mlancong-ers ketika sampai di Rumah Si Pitung. Setelah berfoto di seluruh lokasi, mlancong-ers segera meninggalkan lokasi menuju tujuan terakhir, yaitu rumah Aprida, salah satu member mlancong-ers.

Rumah Aprida ternyata tak jauh dari tempat rumah Si Pitung, karena hanya ditempuh kurang lebih 20 menit. Begitu sampai, Aprida dan Ibundanya langsung menyambut di teras rumah. Sambutan yang begitu ramah dan hangat, menggambarkan rasa kekeluargaan yang sangat dekat.

Yang paling menarik dan ditunggu-tunggu oleh mlancong-ers dari kunjungan rumah Aprida adalah masakan khas Kalimantan. Apalagi kalau bukan sop patin dan patin bakar. Rasa kedua masakan yang disajikan betul-betul menggoyang lidah. Tak kalah dengan masakan khas Kalimantan yang dijual di resto-resto yang terkenal.

Setelah beramah tamah, kurang lebih jam 7 malam mlancong-ers mengakhiri perjalanan wiskulnya dengan kesan yang begitu mendalam. Masing-masing tentunya akan membawa pengetahuan yang didapat dan persahabatan yang terjalin hari itu. Sampai jumpa di acara berikutnya.

Salam Redaksi.



Kirim komentar

Nama :

Email :

Isi Komentar :

Masukan Angka Berikut ini : 409


×