Trip Mlancong




Provinsi


Dipublikasikan pada Hari Senin, 3 Agustus 2015 WIB

Wisata Kota Karawang Bersama Mlancong-ers ( 29 Januari 2011)

“Nama sotonya, Soto Kudus Rahtawu ya Om, samping gabus pucung,” Lanjut Om Heri melalui handphone nya. “Kalau itu saya sudah tahu Om, kebetulan tadi saya sudah muter-muter sekitar situ,” Kata Om Heri. Akhirnya Om Heri segera meluncur ke Soto Kudus Rahtawu yang akan dijadikan meeting point untuk wisata Karawang para mlancong-ers.. Hari itu memang saya dan anggota mlancong-ers yang lain sudah membuat janji untuk melihat-lihat kota Karawang, baik tempat wisatanya maupun kulinernya.
 
Nikmatnya Soto Kudus
Di depan Candi Blandongan
Sorabi Hijau in action
Rumah Perjuangan Rengasdengklok
Vihara Shia Jin Ku Po
Sate Maranggi Irigasi

Tak lama kemudian, handphone saya berdering lagi..kriiinggg…Hmm…Rupanya Pak Lukman yang menelpon saya. “Pak Akhmad..saya sudah sampai di POM bensin Pertamina Pekayon nih,” Tutur Pak Lukman. Saya pun segera meluncur menghampiri Pak Lukman di POM bensin Pertamina samping Giant-Bekasi untuk segera berkumpul di meeting point Soto Kudus Rahtawu.

Sampai di Soto Kudus Rahtawu terlihat Om Heri dengan nikmatnya sedang makan soto kudus..hmm..mantab. Semuanya sudah berkumpul, saya sendiri, Pak Lukman, Wiwik, Dede dan Mbak Hani. Rupanya ada satu rombongan lagi yang belum datang, yaitu rombongan yang berada di mobil Om Taufiq.

Sembari menunggu rombongan Om Taufiq, semua yang hadir menikmati gurihnya Soto Kudus Rahtawu…hmm..mantab sotonya. Sepuluh menit kemudian datanglah rombongan Om Taufiq, tampak Om Taufiq dan permaisurinya, Esthie si juragan batik dan Susan. Esthie yang sudah kelaparan langsung saja makan garang asem, mukanya tampak sumringah karena kepedesan..hehehe.

Setelah bercengkerama sebentar, diberangkatkanlah rombongan menuju Candi Jiwa – Karawang. Ketiga mobil yang membawa rombongan tampak beriringan di dalam tol. karena pagi itu jalan belum begitu padat, 35 menit kemudian kami sudah sampai di exit tol Karawang Barat.

Disini rombongan berhenti terlebih dahulu karena ada satu peserta lagi yang akan ikut Wisata Karawang. Om Marwan itulah nama aslinya, namun biasa dipanggil Om Ipay di kalangan teman-temannya. Kami menunggu beberapa saat di depan Perumahan Karaba Indah sebelum akhirnya Om Ipay datang sepuluh kemudian menghampiri kami.

Dari exit tol Karawang Barat rombongan bergerak ke arah Rengasdengklok. Di Pasar Rengasdengklok perjalanan agak tersendat karena lalu lalang orang dan ramainya pasar. Baru setelah melewati pasar jalanan sepi dan lengang. Hujan deras sempat menghadang kami di perjalanan, tapi menjelang komplek Candi Jiwa cuaca menjadi cerah.

Akhirnya tujuan pertama tercapai, yaitu Candi Jiwa – Batujaya…lega rasanya setelah hampir 2,5 jam berada di dalam mobil. Setelah memarkir mobil, kami semua berjalan kaki menuju lokasi Candi Jiwa yang berada di tengah sawah.

Acara foto-foto pun segera dimulai, terutama Mbak Hani dengan kameranya yang besar menjadi perhatian orang sekitar. “Awas Mbak..hati-hati pegangnya..nanti jatuh,” Canda saya pada Mbak Hani. Mbak Hani tetap cuek dengan godaan saya dan foto-foto dengan senyum manisnya yang terus mengembang dari bibirnya.  Pak Lukman dengan santainya berjalan dan terlihat betul-betul menikmati suasana sekitar yang asri. Dan yang paling narsis, siapa lagi kalau bukan esthie..hmm..maunya foto disamping candi….busyeeet. Sebetulnya tak puas kami hanya berada 1,5 jam di komplek Candi Jiwa, namun karena masih harus melanjutkan perjalanan terpaksa harus segera angkat kaki.

Tujuan selanjutnya adalah Sorabi hijau Rengasdengklok atau orang biasa menyebutnya Sorabi Kuntilanak. Karena lapar, ketiga mobil dikendarai sedikit lebih kencang dari sebelumnya. 40 Menit kemudian sampailah kami di Sorabi Hijau. Alamak…! Karena datang pas jam makan siang, kami harus antri dulu. “Ayo Bu..cepetan dikit ya,” Kata Om Heri yang sedari tadi sudah menahan rasa lapar. Sepuluh kemudian barulah sorabi hijau tersaji di meja…dan masing-masing diantara kami berkomentar..”Mak Nyos” memang enak sorabinya. Dan tak ayal lagi…masing-masing orang pesen 10 biji untuk dibungkus dibawa pulang ke rumah masing-masing.

Perjalanan kami lanjutkan lagi ke Rumah perjuangan Rengasdengklok yang lokasinya tidak jauh dari Sorabi hijau, hanya 3 menit. Begitu sampai, langsung saja pada sibuk foto-foto, tengok kanan tengok kiri. “Om AM..saya disini saja,” Tutur Om Ipay sambil menghampiri saya yang duduk di halaman Rumah Perjuangan. “Kenapa Om Ipay,” Tanya saya. “Auranya kuat sekali Om..lihat nih tangan saya sampai merah semua,” Tutur Om Ipay sembari menunjukkan tangannya. Yang ini mah masing-masing ya..boleh percaya boleh tidak.

Hanya kurang lebih 30 menit berada disini, langsung kami beranjak untuk meneruskan perjalanan. Vihara Shia Jin Ku Po, itulah tujuan kami selanjutnya. Kata orang vihara nya bagus, megah dan ornamennya unik.  Betul juga, begitu kami sampai sana, tampak bangunan yang sangat megah dengan dominasi warna merah. Langsung deh..semuanya sibuk berfoto ria. Sayang saat itu tidak terlihat pemandu disana yang bisa memberikan penjelasan kepada kami tentang Vihara ini. Praktis kami hanya foto-foto dan melihat-lihat suasana sekitar vihara.

Nampak sekali terlihat muka teman-teman sendu..hmm…rupanya pada lapar. Padahal baru saja makan sorabi. Rupanya kalau belum makan nasi tetap saja masih lapar..hehehe. Setelah mengambil beberapa foto di vihara, langsung saja kita semua menuju soto tangkar Hj ini di Jl.Dewi Sartika, Kota – Karawang.

Begitu sampai, tanpa babibu langsung pesan dan habis…lezaaat…..Satu mangkuk langsung habis dalam tempo yang sesingkat-singkatnya..hehehe. Masih belum puas dengan soto tangkar segera dilanjutkan ke sate maranggi irigasi. Dan sebagai penutup adalah Sate Maranggi Mang Ali di alun-alun Kota Karawang. Ketika di alun-alun Kota Karawang, yang saya ingat Cuma satu yaitu combro setan (comset), karena makan satu saja pedesnya tidak hilang-hilang sampai perut terasa panas. Betul-betul seperti setan..hehehe !

Sampai ketemu di wisata berikutnya ya…

By : AMGD

Catatan : untuk artikel terkait Soto Kudus Rahtawu, Candi Jiwa, Sorabi hijau, Rumah Perjuangan Rengasdengklok, Soto Tangkar Hj.Ini, Sate Maranggi Irigasi dan Sate Maranggi Mang Ali bisa dilihat di artikel yang berbeda di www.mlancong.com

 



Kirim komentar

Nama :

Email :

Isi Komentar :

Masukan Angka Berikut ini : 190


×