Trip Mlancong




Provinsi


Dipublikasikan pada Hari Senin, 3 Agustus 2015 WIB

Serunya Rafting Bareng Mlancong-ers, 12 Mei 2012

Kemudian menyusul Nita, Sang Dara manis dari Kebayoran yang lagi suka berpetualang…d…jangan geer ya Nit. Hmm..tergoda juga saya melihat lontong sayur yang disajikan dengan kuah kuning kecoklatan tersebut. Akhirnya ikut nimbrung juga dan pesan satu porsi.

Foto keluarga

Si Maya - kaos hitam

Siap...siap..

Persiapan rafting..

Persiapan rafting..

Wuiih...tatonya Andez..

Mandi air panas

Berturut-turut kemudian disusul oleh Delia dengan gaya tomboy dan geboynya,  serta Astrid and the gang dengan gaya punk nya. Wah…sepertinya pagi ini akan rafting dengan tim yang lengkap, ada yang diam dan manis, malu-malu dan ada yang rame. Eit…Ada satu lagi yang terlupa..namanya Fernandez…atau biasa dipanggil Andez. Ini anak sih sebenernya pendiam…tapi sekali ngomong bisa membuat semua orang ngakak…hehehe.

Setelah kumpul semua, kurang lebih jam 7.30 rombongan berangkat dengan menggunakan mobil elf yang sedari tadi menunggu.,”Mas Tikno, Let’s go,” tanda dari saya yang mengisyaratkan agar rombongan segera diberangkatkan. Semuanya mulai deh ngobrol masing-masing sesuai dengan teman duduknya.

Baru ketika mulai memasuki kawasan Jasinga, keheningan mulai pecah, karena goyang gergaji jalanan Jasinga yang kayak halilintar di Ancol.,”Mas…Mas….belakang nih orang…..,” Busyet deh..,teriak Delia. Hmm…si Andez dan Astrid tak lupa ngomporin,”Goyang terus Mas,” walah..walah….seruuu habis….sampai ada yang kebelet kencing…d…..saking kencengnya ketawa.

Sedang seru-serunya bercanda…la dalah…pakai ada acara ban bocor pula…..duuh…terpaksa deh ikutan mandi keringet sama Mas Tikno….syukurlah Andez mau bantuin…trims ya Andez. Setelah setengah jam berjibaku dengan ban, akhirnya terpasang sudah ban penganti, dan perjalanan pun dilanjutkan.

Setengah jam kemudian, sampailah kami semua di Banten Rafting, Ciberang, Banten. Beberapa skipper cilik tampak sudah bersiap menyambut kedatangan kami. Dan salah seorang diantaranya tampak bernafsu untuk segera mengajak kami berafting.,” Mau sekarang Om,”? Tanya si skipper cilik. ,”Ntar dulu dik…masih capek dan laper, mau makan dulu,” Jawab saya.

Sepuluh menit kemudian satu bakul kecil nasi, ayam goreng, sayur asem, karedok dan tempe, semuanya terhidang di meja. Huuh..tampaknya menu sederhana, tapi menu ala Sunda ini terasa istimewa ketika disantap dalam keadaan laper dan di daerah ketinggian.

Waduuh….si Astrid…ambil nasinya banyak bangeeet…mentang-mentang badannya gede…hehehe…peace ah. Maya juga, walaupun badannya kecil, tetep aja makannya banyak, tergantung nafsu kali ye….bukan karena ukuran badan…hahaha.

Setelah makan kemudian istirahat sebentar dan saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. “Prit..prit…duh si skipper cilik dah niup peluit…dan semuanya segera memakai pelampung, helm dan dayung untuk segera memulai pengarungan di Sungai Ciberang.

Kami berdelapan dibagi menjadi dua perahu, ditambah dengan satu perahu lagi yang diisi oleh para skipper. ,Yo…yo….terdengar masing-masing perahu mengeluarkan yelnya masing-masing. Wah jeram pertama pun datang…..masih nyantai-nyantai aja..karena masih datar. Begitu memasuki jeram kedua, yaitu jeram ageng, semuanya dah pada mulai tegang dan seneng. Woww.woooow….wah semua suara keluar dah itu.

Hmm…lagi-lagi Andez..keliatan pucat tuh wajahnya. Dan beberapa saat kemudian…byuurr….,”si Astrid jatuh..si Astrid jatuuh,” Teriak temen-teman yang di perahu Astrid.. Langsung para skipper pun segera beraksi untuk menolong Astrid yang jatuh ke dalam sungai. Dan pertolongan pun membuahkan hasil, Karena tak berapa lama Astrid langsung berada kembali di perahu.

Dan yang paling seru adalah ketika melewati dam setinggi dua meter, deg..degan…dan whaaaa…whaaa…..jatuh ke bawah dan syukurlah tidak ada yang tercebur, waduuh yang ini seruu banget. Semuanya puas, karena berhasil melalui dam tersebut dengan sukses.

Setelah hampir dua jam lamanya mengarungi Ciberang, akhirnya selesai sudah perjalanan dua jam di Ciberang yang menegangkan, mendebarkan dan menyenangkan. Dan kali ini dilanjutkan dengan mandi air panas di Savannah Batu Kancah yang terletak tidak jauh dari garis finish rafting.

Hmm…..habis dingin langsung nyemplung di panas….terasa panas…panas. Namun setelah beberapa saat menyesuaikan diri, nyaman juga berendam di air panas, pegel-pegel mulai hilang. Rasanya ketika sudah berendam di dalamnya tidak mau bangkit lagi dari dalam air.

Dan akhirnya, pukul 5 sore, ketika semuanya sudah puas berendam air panas, perjalanan pulang pun dilanjutkan. Yang paling seru, ketika pulang bukannya malah pada tidur…eh malah disco-an di mobil…siapa lagi kalau bukan DJ Andez yang memelopori….

Ayo goyang…duyung…Goyang terus Mang..sampai Jakarta…hehehe…

Thanks guys for your attention ya…see u…

By : AMGD



Kirim komentar

Nama :

Email :

Isi Komentar :

Masukan Angka Berikut ini : 447


×