Trip Mlancong




Provinsi


Dipublikasikan pada Hari Senin, 3 Agustus 2015 WIB

Menggapai Puncak Gede Bersama Mlancong-ers, 18-20 Nov. 2011

Trekking ke Gunung Gede yang diadakan tanggal 18-20 November merupakan program treking berat pertama (dibanding dengan program-program trekking sebelumnya) yang pernah diadakan. Proses perjuangan tim mlancong mengadakan program ini juga cukup berat, dari mulai bolak-balik ke Cibodas untuk mengurus perijinan sampai dengan keikutsertaan peserta yang berubah-ubah sampai dengan dua hari menjelang keberangkatan.

Welcome

Curug Cibeurem

Santai dulu di pos

Tanjakan setan

Tanjakan setan

Menuju puncak

Di Puncak Gede

Di Puncak Gede

Di Puncak Gede

Di Taman Surya kencana

Senangnya...

Di tengah Edelweis

Namun melalui kekompakan tim mlancong akhirnya program ini terlaksananya juga sesuai dengan rencana, dari tanggal 18-20 November 2011. Total peserta yang ikut dalam trip ini sebanyak 15 orang, dimana peserta perempuan berjumlah 6 orang dan sisanya adalah peserta laki-laki. Dan tim mlancong pun senang ketika malam itu, 18 November 2011 jam 23.00 semua peserta sudah hadir di meeting point, Gelael Pancoran, dengan membawa carrier masing-masing.

Sebuah bis AC berkapasitas penumpang 28 orang pun segera meluncur menuju Cibodas malam itu. Dalam suasana malam yang dingin tampak semua peserta tertidur lelap terbawa mimpinya masing-masing. Karena jalanan malam itu sangat lancar, perjalanan Jakarta – Cibodas hanya ditempuh dalam waktu 2,5 jam.

Jam 02.00 dinihari bis yang membawa semua peserta treking sudah mendarat di Cibodas, Tepatnya di pintu masuk II Kebun Raya Cibodas, tempat dimana biasanya para pendaki memulai pendakian ke Gunung Gede. Di tempat ini ada beberapa warung yang buka 24 jam, beserta tempat tidurnya, yang memang biasanya melayani kebutuhan para pendaki, termasuk tempat istirahat jika pendakian dilakukan pada esok pagi. Mlancong-ers beristirahat di salah satu warung, sembari menunggu datangnya subuh.

Sungguh suasana pagi itu, 19 November 2011, sangat cerah setelah semalaman sempat khawatir karena Cibodas dan sekitarnya diguyur hujan deras. Semua peserta sudah bersiap dengan carrier yang menggantung di punggung masing-masing setelah selesai makan pagi. Briefing singkat dan doa bersama dilakukan sebelum memulai proses pendakian. Semua peserta nampak riang dan sangat senang memulai pendakian tersebut.

,”Akhirnya bisa mendaki juga setelah lama berangan-angan,” Kata Wiwik salah satu peserta pendakian tersebut. Memang sebagian besar peserta sebelumnya belum pernah mendaki gunung, hingga saat mendaki pertama kali seperti ini merupakan saat yang sangat membahagiakan.

1 jam kemudian sampailah di pos satu. Sesuai jadwal, semua peserta beristirahat sejenak dan meninggalkan tas di pos satu  , kemudian bersama-sama menuju Curug Cibeurem yang berjarak 300 meter dari pos satu dengan arah yang berbeda. 15 menit kemudian semua peserta sudah sampai di air terjun.

,”Luar biasa, ini air terjun terindah yang pernah saya lihat,” Teriak Nita salah satu peserta. Memang Curug Cibeurem ini airnya deras dengan ketinggian sekitar 50 meter dan airnya sangat bersiih sekali. Bahkan uap airnya tetap terasa sampai jarak 20 meter dari air terjun karena derasnya air terjun. Pemandangan sekitar air terjun juga sangat indah dan hijau. Sungguh pagi yang hampir sempurna di Curug Cibeurem. Semua peserta terlena dan maunya berlama-lama menikmati air terjun.

Setelah 45 menit berada di air terjun, peserta kembali ke pos satu untuk melanjutkan perjalanan pendakian. Ketika perjalanan mau dilanjutkan, tiba-tiba…,”aduuh..aduuh…kakiku, “ Teriak Ambar salah satu peserta trekking.  Ternyata kaki Ambar mengalami kram dan dengan terpaksa rombongan mulai dipecah. Beberapa orang termasuk satu orang porter menunggu Ambar sampai otot-otot kakinya mengendor.

Sejak itu rombongan peserta terpecah lagi ke dalam tiga kelompok, kelompok satu – adalah kelompok yang paling cepat, kelompok dua adalah tengah dan kelompok tiga adalah kelompok terakhir. Dan semuanya bertemu di Pos Kandang Badak, yaitu pos terakhir sebelum puncak Gede yang selama ini dibuat sebagai tempat menginap oleh para pendaki. Namun sebelum sampai di pos Kandang Badak, kita harus melewati air panas dengan jalan yang sempit dan licin. Perlu ekstra hati-hati ketika melintas di area ini kalau tidak mau terjun ke dalam jurang di bawahnya.

Malam itu semua peserta terlelap di pos Kandang Badak setelah seharian melakukan treking. Namun tiba-tiba terdengar suara orang berteriak… ,” Tolong Pak..bocor..bocor…,” Teriak Mbak Hani. Sejurus kemudian…,”Disini juga bocor Pak,”Teriak Reni. Duuh…hujan deras memaksa semua tenda yang dipersiapkan panitia bocor semua. Alhasil peserta yang tadinya mau tidur malahan bangun satu per satu dan ngobrol. Sampai akhirnya sekitar jam 1 malam hujan berhenti dan semua peserta mulai tertidur.

Panitia berencana untuk melakukan summit attack jam 4 pagi, sehingga sampai di puncak sekitar jam 6 an. Namun lagi-lagi cuaca pagi itu begitu berkabut dan perjalanan ke puncak ditunda beberapa saat menunggu kondisi cuaca lebih baik. Jam 5.30 an akhirnya diputuskan untuk ke Puncak Gede dalam cuaca yang gerimis. Bersyukur karena setengah jam kemudian cuaca cerah dan peserta bisa melanjutkan perjalanan dengan riang gembira.

Satu jam kemudian sampailah peserta di Tanjakan Setan, tanjakan dengan keterjalan antara 70 – 80 derajat yang ditakuti dan dikangeni. Tanjakan dengan panjang sekitar 30 meter ini memang sekilas tampak menakutkan karena keterjalannya. Tapi dengan bantuan tali yang ada di sepanjang tanjakan ini, menjadikan lebih mudah untuk melewatinya. Semua peserta tetap bernarsis ria walaupun sedang melalui tanjakan setan, buat kenang-kenangan anak cucu kali ya kalau sudah pernah melewati tanjakan ini..hehehe.

Setelah melalui tanjakan setan, terlihat semua peserta sudah mulai kelelahan, bahkan rombongan malah terbagi dalam lima kelompok. Hmm..perlu perjuangan memang untuk menuju keberhasilan…perlu perjuangan untuk menuju puncak. Dan perjuangan itu pun tak sia-sia, karena satu persatu dari peserta mulai menapaki Puncak Gunung Gede pada jam 9 pagi. Terlihat muka-muka kelelahan para peserta, namun segera berganti keceriaan karena telah mencapai puncak. Ada yang sibuk foto-foto, ada yang sibuk makan snack, ada yang sibuk bikin minum sampai ada yang berdiam diri merenungi diri di Puncak Gede. Luar biasa ya the team..bravo…!bravo..! bravo..!

Nampaknya mlancong-ers tak bisa berlama-lama di Puncak Gede, karena setengah jam kemudian hujan mulai dan kabut mulai turun. Semuanya segera bersiap untuk melanjutkan perjalanan ke Taman Surya Kencana, dan sebagian orang bilang inilah salah satu surga dunia karena keindahannya. Karena jalanan yang menurun, hanya butuh waktu satu jam dari Puncak Gede ke Taman Surken (Surya Kencana).

Begitu sampai di Surken, semua peserta berteriak histeris menyaksikan keindahannya. Bahkan lebih histeris ketika sampai di Puncak Gede. Horee…hore…..sambil lari-lari mengitari Surken. ,”Ayo..ayo aku foto…aku foto,”…hmm masing-masing peserta langsung berpose sesuai keinginan masing-masing untuk tak menyia-nyiakan keindahan Surken. Memang..luar biasa indah Surken ini.

Sementara Sang Porter sibuk memasak air panas untuk mie instant, peserta terus berputar dan berfoto-foto..alah maak. Dan lagi-lagi setelah makan dan hampir puas menikmati keindahan Surken, hujan dan kabut pun turun. Memang dari awal sudah diduga kalau jam 1 siang ke atas cuaca Surken lebih banyak didominasi hujan dan kabut.

Perjalanan pun segera dilanjutkan dengan turun lewat Gunung Putri yang jalannya menurun terus, tidak pernah naik. Tampak satu per satu lutut peserta terlihat gemetar, dan lagi-lagi rombongan mulai terpecah lagi menjadi lima bagian. Namun semua bersukur karena antara jam empat sampai dengan jam lima sore satu per satu semua peserta turun dengan selamat.

Nampak wajah capai dan ceria jadi satu diantara muka para peserta, karena akhirnya benar-benar bisa menaklukan Gunung Gede. Terimakasih buat semua peserta, ambillah hikmah naik gunung ini sebagi bagian cerita keindahan kehidupan anda, tetaplah jaga kebersamaan, saling membantu, hilangkan ego, karena dengan itu tujuan akan tercapai. Dan yang paling penting adalah tetap berpikiran positif dalam situasi apapun, karena itulah pangkal dari tercapainya tujuan anda semua.

 

Thanks brothers : Dani, Atang, Unta, Dimas, Ibnu, Ilham, Ucok, Hani, Nindi, Ijul, Wiwik, Reni, Nita dan Ambar…see you next trip.

By : AMGD



Kirim komentar

Nama :

Email :

Isi Komentar :

Masukan Angka Berikut ini : 47


×