Trip Mlancong




Provinsi


Dipublikasikan pada Hari Senin, 3 Agustus 2015 WIB

Kuningan, Sebuah Tempat Persinggahan (Perjalanan Mlancong-Ers 7-9 Desember 2012)

Tempat ini hanya berjarak sekitar 4 jam dari Jakarta jika menggunakan kendaraan bermotor. Pamor wisata Kuningan tidak seterkenal tempat-tempat wisata di Jawa Barat lainnya, seperti Bandung Selatan, Sukabumi dan lainnya. Namun potensi wisata yang ada tidak kalah menarik dengan Kota lainnya di Jawa Barat.

Di Sangkanurip

In action

Di Linggarjati

Cibulan oi...

Senangnya

Sejuknya di Waduk Darma

Bersama Teh Diah

Indahnya Kota Cirebon dari Resto Kelapa Manis

Anggie dan Uce..bergaya terus..hehehe

Batik Trusmi...I'm coming...

Di Keraton Cirebon

Berpose di depan lukisan Prabu Siliwangi

Di Keraton Kasepuhan

Manisan Sinta....

Bersama Om Jerry

Mulai dari Museum Gedung Linggarjati, Pemandian Ikan Dewa, pemandian air panas Sangkan Urip, Waduk Darma, sampai dengan oleh-oleh khas Kuningannya, yaitu tape Ketan. Maka dari itu pada tanggal 7-9 Desember 2012, Mlancong-ers mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di Kuningan tersebut dan dilanjutkan dengan Wisata Budaya dan Kuliner di Kota Cirebon.

Yang menarik adalah, bahwa ternyata di daerah perbatasan Kuningan dan Cirebon (dikenal dengan daerah Gronggong)  ada sebuah resto dengan nama “kelapa Manis”. Dimana dari resto ini kita bisa memandang bebas pemandangan Kota Cirebon. Resto ini menjual menu masakan nasional ataupun internasional. Puncak keindahan pemandangan dari resto Kelapa Manis adalah sore hari sampai dengan malam hari. Karena di sore sampai malam hari, kerlap-kerlip lampu terlihat seperti bintang-bintang dari kejauhan, indah !

Sore itu, 8 Desember 2012, selepas melepas lelah di Resto Kelapa Manis, Mlancong-ers langsung melanjutkan perjalanan ke Pusat Batik Trusmi, Cirebon. Duuh hebohnya para peserta wanita kalau sudah melihat batik yang berwarna warni itu. Anggie dan uce langsung tancap gas tuk pilih belanjaan, Fatimah, Yati dan Sita santai-santai saja. Sementara Sri ngacir sendiri mencari segala batik dengan berbagai warna..busyeet.

Alhasil, waktu 1,5 jam yang sudah dialokasikan, molor menjadi 3 jam untuk kepuasan memilih batik. Malamnya, sekitar jam 7 malam, barulah kembali ke hotel dan beristirahat.  Pagi harinya jam 7 pagi, Mlancong-ers langsung check out dan menuju salah satu maskot kuliner Cirebon, yaitu nasi jamblang Mang Dul. Waduuh, pagi-pagi suasananya sudah ramai dan antri.

Dan Mlancong-ers pun antri tuk memilih lauk-lauk yang disediakan. Ada telur dadar, peyek udang, udang goreng, rendang, perkedel dan lainnya. Yang paling menarik dari makan nasi jamblang Mang Dul adalah bungkusnya yang berasal dari daun jati. Wah…sekarang ini kan makin sulit cari daun jati, makanya sebuah apresiasi tersendiri ketika Mang Dul memakai daun jati sebagai dasar pembungkusnya.

Dari Nasi Jamblang Mang Dul perjalanan dilanjutkan ke Keraton Kasepuhan Cirebon. Semuanya begitu menarik mendengar penjelasan guidenya, dari mulai keramik dari Cina, pintu yang terbuat dari jati 600 tahun yang lalu, sampai dengan kereta kencana sebagai lambang keagungan keraton. Yang nggak menarik adalah banyaknya permintaan-permintaan sumbangan di tiap-tiap pintu masuk. Pintu masuk ruang utama, pintu masuk kereta kencana dan pintu masuk ruang pusaka. Kenapa ya tidak dijadikan jadi satu ?

Yang paling heboh adalah Anggie dan Uce, tidak melewatkan setiap lekuk keraton, pokonya tiap sudut keraton pasti dibuat untuk bergaya. Kapan lagi ya bisa berfoto di Keraton? Hehehe. Dari keraton perjalanan dilanjutkan ke Pusat oleh-oleh Sinta, yang menjual berbagai manisan. Ini betul-betul ajib, setiap buah dibuat manisan, ada manisan salak, mangga, papaya, nanas dan masih banyak lagi.

Perjalanan terakhir sebelum menuju Jakarta adalah mampir di Rumah Makan Empal Gentong Mang Darma. Yang seru dari sini bukan makan empal gentongnya, tapi ketemu Om Jerry, orang Taiwan yang mengelola pabrik rotan di Cirebon sembari punya hobi kuliner dan mendirikan rumah makan.

Rupanya selain menjual empal gentong, resto yang terletak di depan Grage Mall ini menjual makanan khas Taiwan dengan pengawasan langsung dari Om Jerry. Orangnya sangat ramah, tampil apa adanya dan bersahaja. Mulai bercerita soal sejarahnya kenapa sampai berada di Indonesia, sampai hobi memasaknya  yang membuat dia mempunyai rumah makan seperti sekarang.

Luar biasa Om Jerry ini, hobi, bisnis dan berteman bisa menjadikan hidupnya tampak bahagia. Selamat ya Om Jerry, moga2 bisnisnya lancar dan restonya semakin laris. Akhirnya kami semua meninggalkan Cirebon menuju Jakarta pada jam 12 siang dengan kenangan muka Om Jerry..hehehe ! Trims ya buat Anggie, Uce, Sita, Sri dan Fatime yang ikut meramaikan perjalanan Kuningan-Cirebon trip ini. See u

By : AMGD

 



Kirim komentar

Nama :

Email :

Isi Komentar :

Masukan Angka Berikut ini : 893


×