Trip Mlancong




Provinsi


Dipublikasikan pada Hari Senin, 3 Agustus 2015 WIB

Jalan Barang ke Baduy dalam rangka 1st anniversary milis mlancong@yahoogroups.com

Jam tujuh pagi terlihat semua peserta yang berjumlah 31 orang sudah berkumpul semua di lantai dua stasiun kereta api Tanah Abang, Jakarta Pusat. Semuanya terlihat membawa tas punggung lengkap dengan segala perlengkapan trekingnya. Setelah menunggu setengah lamanya, kereta Rangkas Jaya yang akan membawa semua peserta ke stasiun Rangkasbitung tiba. Semua peserta bergegas naik dan segera mengambil posisi duduk yang tersebar di gerbong empat.

Di Stasiun Rangkasbitung

Senengnya naik elf

Narsis di Ciboleger

Naik yuk

Capai ya Bu

Mulai mendaki

Jacky in action

Kerang besar di Ndang Ndang Ageung

Foto bersama di Ndang Ndang Ageung

Pada bawa tongkat

Di Jembatan Tambayang

Di depan sungai

In action

Bersama temen2 Baduy

Duh cantiknya....

 

 

 

Jam delapan tepat kerata Rangkas Jaya mulai bergerak menuju Rangkas Bitung. Tampat tiap peserta mulai satu dengan yang lainnya. Mbak Hani tampak mengutak-atik lensa Thamronnya yang super gede, Maya tampak bersantai dengan menyandarkan kepala di bangku kereta, Aji duduk berdampingan dengan Yanti dengan gaya mesranya dan lain-lain. Semua menikmati kereta Rangkas Jaya, maklum sebelumnya belum pernah naik kereta jenis ini.

 

Satu setengah jam lamanya kereta melaju dengan berhenti di beberapa stasiun. Jam setengah sepuluh pagi, sampailah di staisun Rangkas Bitung. Ritual pertama yang dilakukan oleh para peserta adalah apalagi kalau bukan BAK alias Buang Air Kecil. Untuk tak jauh dari stasiun ada toilet umum yang cukup bersih. Sampai antri Bo...ke toiletnya, soalnya hampir ¾ peserta pergi ke toilet semua.

 

Setelah menyelesaikan hajat pribadi, para peserta segera menuju elf yang diparkir di belakang stasiun yang akan membawa ke Ciboleger. ” Mas...mas saya depan ya....sapa Reni kepada Ketua Rombongan,” wah sudah ngetekin dulu rupanya. ,”Mas saya depan juga ya,” Sapa Helda juga kepada Ketua Rombongan. Wah rupanya Helda di depan berdua dengan si Jacky, perjaka dari Malasyia. Hmmm.....asyiiik...

 

Beda dengan kondisi naik kereta, kali ini semua peserta diajak anjrut-anjrutan di atas mobil elf, karena jalanan dari Rangkasbitung sampai dengan Ciboleger beraspal kasar dan sebagian juga berlubang. Namun begitu, sebagian peserta meras nyaman, bersender di kursi mobil dan memejamkan mata. Duh..pada ngimpi apa ya....jangan2 sudah ngimpi tidur di Baduy....

 

Dua jam lamanya peserta diajak anjrut-anjrutan sebelum akhirnya sampai di terminal Ciboleger yang merupakan terminal terakhir sebelum berjalan kaki menuju Baduy Dalam. Terlihat Teman-teman Baduy Dalam yang akan membantu membawakan barang, sudah siap menunggu. Ada Juli, Sapri, Naldi, Nani dan lainnya yang berjumlah 20 orang. Dengan tangan terbuka lebar mereka menyambut kedatangan peserta. Beberapa peserta seperti Endah, Melur, Yuli, Yanti dan lainnya tidak mau kehilangan kesempatan, langsung saja kamera dikeluarkan dengan jeprat-jepretnya.

 

Dilanjutkan dengan makan siang bareng di kantin Pak Agus, sholat dhuhur bagi yang menjalankan dan santai sejenak. Kurang lebih jam 1 siang semua peserta sudah siap treking ke Baduy Dalam-Desa Cibeo. Terlihat semuanya ceria, foto sana-foto sini, ngobrol sana-ngobrol sini..hmmm senangnya. Tapi kesenangan itu tak berjalan lama, karena tanjakan pertama yang begitu tajam membuat semua peserta ngos-ngosan dan tidak fokus lagi dengan memotret.

 

Haa.haa....terlihat Mbak Hani sudah mulai kepayahan melampaui tanjakan pertama. Melur, Indah, Yuli, Yanti pun terlihat ngos-ngosan..hanya beberapa peserta yang terlihat terus melaju kencang, ada Maya, Hema, Jacky, Helda, Ipung dan beberapa lainnya. Begitulah selanjutnya, tanjakan demi tanjakan harus dilalui dan akhirnya jam 5.30 sore semua peserta bisa mencapai Desa Cibeo-Baduy Dalam setelah melalui perjalanan yang panjang, terjal, berliku dan mendaki. Aduuh..bahagianya....

 

Sesaat setelah beristirahat, saat mandi pun tiba. Seperti biasa kalau di Baduy Dalam mandinya di sungai dan tidak diperbolehkan memakai sabun, shampo, odol atau zat-zat kimia lainnya. Wah beberapa peserta nampak tidak canggung, Haryo yang langsung melepas baju, Om Ozi yang langsung nyemplung dan diikuti oleh lainnya. Untuk peserta wanita, ada beberapa yang tahan tidak mandi, luar biasa..hehehe.

 

Malam harinya semua peserta duduk manis di rumah Kang Ardi untuk berdiskusi dengan wakil adat, Pak Mursyid namanya. Walaupun suaranya pelan, wibawa Pak Mursyid sebagai wakil puun tetap terpancar dari muka dan gerakan-gerakan tubuhnya. Bahkan semua peserta dibuat diam dan mendengarkan wejangan-wejangan Pak Mursyid tentang sejarah dan keberadaan Baduy Dalam. Dilanjutkan dengan tanya jawab ringan dari para peserta. Jam sembilan malam diskusi selesai, dan semua peserta beranjak ke peraduannya masing-masing.

 

Pagi harinya setelah selesai makan pagi, semua peserta segera bersiap untuk perjalanan kembali ke Ciboleger. Terlihat wajah-wajah kelelahan dari para peserta, namun terpancar juga wajah kebahagiaan karena telah mencapai Baduy Dalam. Dalam perjalanan pulang di beberapa titik, seperti jembatan bambu Tambayang, jembatan bambu Gajeboh, hampir semua peserta bernarsis ria di samping dan di atas jembatan. Dan untungnya tidak ada yang bernarsis ria dengan bergelantungan jembatan..hehehe.

 

Jam 12.30 siang semua peserta sampai di Ciboleger dengan wajah yang capai namun tersembunyi sebuah kepuasaan setelah menaklukan Desa Cibeo-Baduy Dalam. Setelah makan siang dan bersih-bersih perjalanan pulang dilanjutkan dengan naik elf sampai terminal Rangkasbitung dan dilanjutkan dengan naik bis ke Jakarta.

 

,”Sebuah perjalanan yang melelahkan dan menyenangkan, walaupun dengkul ngilu...tapi nggak akan kapok ke Baduy Dalam,” Kata Hema, salah satu peserta Baduy Trip.

Salam Redaksi



Kirim komentar

Nama :

Email :

Isi Komentar :

Masukan Angka Berikut ini : 84


×