Trip Mlancong




Provinsi


Dipublikasikan pada Hari Senin, 3 Agustus 2015 WIB

Garut Trip Bersama Mlancong-ers 12 Oktober, 2012

Tampak beberapa orang lama yang sudah sering ikut perjalanan sebelumnya, ada Reny, Nita, Nilam dan Fendi. Tapi juga ada beberapa wajah baru yang ikut mengisi perjalanan malam itu seperti Ade Agustina, Caroline, Eka, Dhanu, Mifta dan Yulita. Setelah melakukan briefing singkat, dimulailah perjalanan ke Garut malam itu.

Makan pagi...

In action

Foto bareng di Pantai Sayang Heulang

Menuju Pulau Santolo

Selamat datang

Asyiknya....

Tiba di Kampung Dukuh

Di Kampung Dukuh

In action

Di RM Cibiuk

 

Perjalanan baru saja dimulai, namun semuanya nampak tertidur lelap, hanya satu orang saja yang masih melek, yaitu si Fendi yang katanya malam itu habis minum krating daeng..duuh pengaruh energy drink ini nih pasti,,makanya matanya melotot terus..hehehe. Baru kemudian ketika tiba di exit tol Pasteur semuanya bangun karena mobil berhenti untuk menjemput Carolin salah satu peserta dari Bandung.

Secara keseluruhan semua perjalanan lancar hingga akhirnya jam 6.30 pagi sudah tiba di Pamengpeuk dan makan pagi disana. Walaupun makan di pinggiran, tapi tetap nikmat bro…soalnya di Pamengpeuk mana ada restoran bagus. Apalagi wajah-wajah lapar nampak begitu nyata daari Mlancong-ers.

Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Pantai Sayang Heulang yang hanya butuh waktu 35 menit dari tempat makan pagi. Di pantai ini konon dulunya banyak burung elang, makanya dinamakan Sayang Heulang. Suasana antar peserta yang ikut nampaknya masih agak sedikit kaku nih…maklum masih belum on…ada yang masih ngantuk…dan juga belum begitu kenal satu sama lain. Tapi tetep aja banyak sudah mulai bernarsis ria….hehehe…..si Ade….Nilam…..Eka….

Tidak terlalu lama berada di pantai ini, kemudian perjalanan dilanjutkan ke Pantai Santolo. Duuh pantai yang biasanya sepi, kali ini ruame bangeet…ternyata ada upacara adat…suara mobil, suara speaker, orang berlalu lalang..hmm berisik. Baru kemudian setelah menyeberang ke Pulau Santolo suasana berubah menjadi sepi karena belum ada pengunjung pagi itu.

Waduuh…alangkah tidak beruntungnya para mlancong-ers karena pagi itu kondisi pantai sedang surut hingga tidak begitu ideal buat mandi. Terpaksalah hanya berjalan muter-muter sembari istirahat dan rebahan di saung-saung sekitar pantai. Nah..terutama si Fendi nih..karena habis minum energy drink, semalaman nggak bisa tidur, maka begitu liat saung di tepi pantai langsung ijo deh itu matanya..hehehe.

Sampai jam 1 siang mlancong-ers berada di Pantai Santolo, kemudian dilanjutkan dengan makan siang. Kampung Adat Dukuh, itulah tujuan perjalanan berikutnya sekaligus tempat menginap mlancong-ers di malam harinya. Wah…4 km menjelang lokasi, perut mlancong-ers yang ada di dalamnya betul-betul dioplos….karena jalannya yang berbatu-batu. ”Mas lebih kenceng lagi Mas jalannya” Teriak Fendi…busyeet.” Mas sopir…terbang saja Mas bisa nggak” busyeet…teriak Nilam…..suami istri ini kompak banget..hehehe. Praktis Selma hampir 40 menit melewati jalan yang anjrut-anjrutan kondisi mobil riuh rendah oleh guyonan para peserta.

Sabtu siang, 13 Oktober 2012 jam 14.00-an, sampailah peserta di depan gerbang masuk Kampung Adat Dukuh. Wah lega sudah semua peserta setelah hampir satu jam lamanya anjrut-anjrutan di di jalanan berbatu. Sebelum turun ke Perkampungan, biasa foto-foto dulu di gerbang masuk.

Begitu sampai, wooh….tuan rumahnya, Kang Jalil, ternyata masih di sawah….walaah. Baru 15 menit kemudian Sang Tuan Rumah tiba dengan membawa oleh-oleh kelapa muda…woiii..asyiiik. Si Ade, Nita dan Reni langsung saja menyergap kelapa-kelapa yang yang baru saja datang. Dalam sekejap habis, tinggal batoknya…wes ewes ewes… bablas air kelapanya.

Sore kemudian, menu ikan asin, sayur lodeh, tahu, sambal, telur dadar….dengan nasi liwetnya…mantab buat santapan makan malam. Waduuh….nikmat sudah hidup ini. Semuanya terlarut dalam kenikmatan makan di Kampung Adat Dukuh.Walaupun menunya sangat sederhana, namun justru inilah keluarbiasaaan bagi Mlancong-ers yang selama ini sudah jarang makan menu seperti ini. Si Reni, Fendi, Nilam, Dhanu..hmmm..nambah nasi semua…laper ye..hehehe.

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, jarum jam menunjukkan pukul 8 malam. Tampak mlancong-ers sudah mulai mengambil posisi nih….dimanakah posisi tidur nanti malam. Nanti. Maklum kamar yang tertutup hanya satu, sedangkan yang lainnya hanya ditutupi serambi…Wah setelah melalui negosiasi antara Nilam, Ade, Dhanu…..akhirnya tercapailah kesepakatan malam itu dimana masing-masing posisi tidurnya. Posisi menentukan prestasi Bro..hehehe, “Kata Dhanu,”.

Esok harinya, setelah bergantian mandi, makan pagi pun sudah siap. Menu ayam goreng, telur dadar dan sambel juga sangat menggoda pagi itu. Semuanya terdiam ketika makan..karena merasakan kenikmatan yang dibalut dalam kesederhanaan menu makan pagi tersebut. Sesuai jadwal, sesudah makan pagi, kami semua berpamitan untuk segera melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta. Suasana agak sedikit haru, karena memang Kang Jalil melepas kami dengan begitu tulusnya. Namun sayang tidak ada yang menangis…hehehe…

3,5 jam kemudian kami sampai di Jalan Otista, dimana pusat jajanan Garut berada. Semua peserta turun dan nampak kalap untuk membeli oleh-oleh. Hampir satu jam lamanya mlancong-ers mengobrak-abrik jalan Otista untuk mendapatkan jajanan yang sesuai.

Baru kemudian perjalanan dilanjutkan ke RM Cibiuk, yang sekaligus menjadi tujuan akhir dari Garut Trip ini. Kurang lebih jam 3 sore semua kegiatan selesai dan kurang lebih jam 8 malam, Mlancong-ers sampai di Jakarta. Trims Mlancong-ers atas kebersamaannya…..Ade Agustina, Carolin, Eka, Nita, Fendi, Nilam, Reny, Dhanu, Yulita, Mifta……..till we meet again…

By : AMGD

 

 



Kirim komentar

Nama :

Email :

Isi Komentar :

Masukan Angka Berikut ini : 233


×