Museum Rumah Tjut Nyak Dien

Senin, 11 April 2016

wisata indonesia

Cut Nyak Dhien (ejaan lama: Tjoet Nja' Dhien, Lampadang, Kerajaan Aceh, 1848Sumedang, Jawa Barat, 6 November 1908; dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia dari Aceh yang berjuang melawan Belanda pada masa Perang Aceh. Setelah wilayah VI Mukim diserang, ia mengungsi, sementara suaminya Ibrahim Lamnga bertempur melawan Belanda. Ibrahim Lamnga tewas di Gle Tarum pada tanggal 29 Juni 1878 yang menyebabkan Cut Nyak Dhien sangat marah dan bersumpah hendak menghancurkan Belanda.

Teuku Umar, salah satu tokoh yang melawan Belanda, melamar Cut Nyak Dhien. Pada awalnya Cut Nyak Dhien menolak, tetapi karena Teuku Umar memperbolehkannya ikut serta dalam medan perang, Cut Nyak Dhien setuju untuk menikah dengannya pada tahun 1880. Mereka dikaruniai anak yang diberi nama Cut Gambang. Setelah pernikahannya dengan Teuku Umar, ia bersama Teuku Umar bertempur bersama melawan Belanda.

Namun, Teuku Umar gugur saat menyerang Meulaboh pada tanggal 11 Februari 1899, sehingga ia berjuang sendirian di pedalaman Meulaboh bersama pasukan kecilnya. Cut Nyak Dien saat itu sudah tua dan memiliki penyakit encok dan rabun, sehingga satu pasukannya yang bernama Pang Laot melaporkan keberadaannya karena iba.

Ia akhirnya ditangkap dan dibawa ke Banda Aceh. Di sana ia dirawat dan penyakitnya mulai sembuh. Namun, keberadaannya menambah semangat perlawanan rakyat Aceh. Ia juga masih berhubungan dengan pejuang Aceh yang belum tertangkap. Akibatnya, Dhien dibuang ke Sumedang. Tjoet Nyak Dhien meninggal pada tanggal 6 November 1908 dan dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang. Nama Cut Nyak Dhien kini diabadikan sebagai Bandar Udara Cut Nyak Dhien Nagan Raya di Meulaboh. ( Kisah di atas adalah penggalan dari Wikipedia).

Tampak depan

Tampak samping

Silsilah Tjut Nyak Dien

Ruang pamer

Kamar para pengawal

Tjut Nyak Dien

Lorong ruang tengah

Kamar Tidur Tjut Nyak Dien

Ruang Pertemuan

Sumur yang dari dulu belum berubah sama sekali

 

Di atas adalah cerita yang saya kutip dari Wikipedia, tapi yang jelas keberadaan Museum Rumah Tjut Nyak Dien mengingatkan kita semua akan perjuangan salah satu Pahlawan Nasional Kita, yaitu Tjut Nyak Dien. Berada di jalan Banda Aceh-Meulaboh, km 8 Lampisang Peukan Bada, Aceh Besar, Rumah Tjut Nyak Dien bisa ditempuh sekitar dua puluh menit dari Kota Banda Aceh.

Rumah yang berbentuk panggung tersebut konon kabarnya masih sama seperti bentuk aslinya, hanya penggantian kayu saja pernah beberapa kali dilakukan. Di dalam Rumah Tjut Nyak Dien ini masih bisa kita lihat, kamar para pembantu setia Tjut Nyak Dien, ruang pertemuan, beberapa senjata yang dipamerkan, sampai dengan kamar Tjut Nyak Dien sendiri.

Dan yang paling mengagumkan adalah adanya sebuah sumur yang dari masa Tjut Nyak Dien hidup sampai sekarang, masih tetap sama. Sumur tersebut menggunakan tembok dengan ketinggian tiga meter, agar orang tidak mudah menaruh racun di dalamnya. Yang cukup mengherankan adalah sumurnya tidak terlalu dalam, hanya sekitar limat meter. Dimana sumur sumur penduduk sekitar dalamnya berkisar antara lima belas sampai dengan dua puluh meter.

Jikalau kita ingin melihat bagaimana perjuangan seorang Tjut Nyak Dien jaman dulu, ada baiknya kita datang ke museum ini, agar lebih lengkap pengetahuan kita.

By : AMGD (Sumber Wikipedia & kunjungan langsung )

 

 

 



Kirim komentar

Nama :

Email :

Isi Komentar :

Masukan Angka Berikut ini : 132


×
 

Trip Mlancong




Provinsi