Mlancong ke Kampung Sindang Barang

Sabtu, 12 Maret 2016

wisata indonesia

Hanya berjarak kurang lebih lebih 7 kilometer dari pusat Kota Bogor, itulah Kampung Budaya Sindang Barang yang ada di Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Meski jaraknya tidak terlalu jauh dari pusat kota, namun kita harus melewati jalan-jalan yang sempit di daerah Ciomas – Bogor.

Jalan desa menuju Kampung Sindang Barang..

Pintu Gerbang Kampung Sindang Barang

Ada syuting..

Walah...kayaknya Ketua Suku nih...hihihihi

Lapangan luas nan hijau..

Penginapan yang asri

Persawahan di Belakang Kampung Sindang Barang

Angkutan umum tidak ada yang bisa sampai ke lokasi, biasanya kalau naik umum kita hanya sampai di sekitar daerah Ciomas. Kemudian perjalanan bisa diteruskan dengan naik ojek. Dari lokasi parkir, kita masih harus berjalan kaki sejauh tiga ratus meter untuk mencapai lokasi. Setelah melewati pemukiman penduduk yang lumayan padat, akhirnya sampailah kita di Kampung Sindang Barang. Dengan pintu kecil berukuran dua meter yang terbuat dari bambu, ternyata di dalamnya terdapat lapangan yang luas nan hijau.

Di sisi sebelah kanan dari arah pintu masuk, terletak beberapa rumah adat dari kayu. Kemudian di sisi kiri – pojok dari arah pintu masuk, disitulah semua kegiatan kampung Sindang Barang dikoordinasikan. Beberapa alat musik nampak tertata rapi di teras rumah, ada angklung, gending, suling dan lainnya. Yang pasti untuk hari tertentu ada pertunjukan rutin seperti tari-tarian, olahraga beladiri, musik tradisional dan lainnya.

Di halaman belakang juga ada sawah dengan beberapa jenis tanamannya, biasa digunakan oleh anak-anak sekolah yang berkunjung kesini untuk keperluan pengetahuan bercocok tanam. Kalau kita lanjutkan jalan kaki ke ujung Komplek Kampung ini, terdapat beberapa buah penginapan dari kayu yang cukup nyaman, dikanan kirinya banyak ditumbuhi oleh pohon. Jadi suasananya sangat alami sekali.

Sejarah Sindang Barang sendiri diyakini sudah ada sejak abad ke-XII. Merunut latar belakang sejarahnya, terpapar dalam Babat Pajajaran dan tertulis juga dalam pantun Bogor, Sindang Barang diyakini sebagai kerajaan bawahan Prabu Siliwangi dengan Kutabarang sebagai ibukotanya. Selain itu, Sindang Barang adalah keraton tempat tinggal salah satu isteri dari prabu Siliwangi yang bernama Dewi Kentring Manik Mayang Sunda. Berlatar sejarah tersebut, kini Sindang Barang menjelma menjadi kampung budaya yang bertekad meneruskan kearifan lokal dari akar tradisi leluhur mereka.

Di Kampung budaya Sindangbarang ini terdapat 8 macam jenis kesenian Sunda yang sudah direvitalisasi dan dilestarikan oleh para penduduknya. Disini juga terdapat berbagai situs-situs purbakala peninggalan dari kerajaan Pajajaran yang berupa Bukit-bukit berundak. Di sindangbarang ini pada setiap satu tahun sekali diselenggarkan sebuah upacara adat Seren Taun yaitu upacara ungkapan rasa puji syukur masyarakat desa ini terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas hasil Panen serta hasil bumi yang diperoleh pada tahun ini dan juga berharap agar hasil panen pada tahun depan akan menjadi lebih baik lagi.

 
 

Untuk menjaga serta melestarikan kesenian tradisional yang ada di kampung budaya ini, maka diselenggarakan juga pelatihan tari dan gamelan yang ditujukan untuk para generasi muda secara gratis, Anak-anak muda yang sudah mahir dalam bidang kesenian masing-masing akan di ikut sertakan dalam sebuah pementasan untuk menyambut tamu yang tentunya juga akan menambah penghasilan untuk diri mereka sendiri.

Untuk melestarikan benda-benda bersejarah dan situs-situs purbakala lainnya, kampung budaya ini bekerja sama dengan FIB UI dalam melakukan penelitian, dokumentasi serta menyelenggarakan seminar yang berhubungan dengan situs peninggalan dari kerajaan Pajajaran tersebut. Cerita rakyat tentang Sindangbarang tersebut juga sudah diujicoba dan dibukukan sendiri oleh teman-teman dari FIB UI.

Saat ini rumah-rumah adat beserta tradisi budaya yang ada di Kampung Budaya Sindangbarang ini sudah direkontruksi dan direvitalisasi dengan bimbingan dan juga petunjuk dari Bapak Anis Djatisunda yang merupakan seorang Sesepuh Sindangbarang dan Budayawan dari Jawa Barat. Revitalisasi budaya serta rumah-rumah adat tersebut memang perlu untuk dilakukan supaya orang sunda tidak kehilangan jatidirinya.

Tak ada salahnya jika anda punya waktu luang berkunjunglah kesini, sekedar bersantai melepas penat serta menmbah ilmu pengetahuan dengan belajar dari Sejarah Kampung Sindang Barang itu sendiri.

By : AMGD

( Diolah dari berbagai sumber )



Kirim komentar

Nama :

Email :

Isi Komentar :

Masukan Angka Berikut ini : 668


×
 

Trip Mlancong




Provinsi