Silakupang, Yang Khas Dari Desa Wisata Cikendung

Senin, 4 April 2016

wisata indonesia

Selamat Datang di Desa Wisata Cikendung, begitulah tulisan yang tertera di spanduk di lokasi sanggar tari Desa Cikendung Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Disusul oleh sambutan ratusan orang penduduk Desa Cikendung, benar-benar membuat kami semua terkesima atas penyambutan yang luar biasa sore itu.

Pemberian Souvenir

Menyanyikan Lagu Desa Tercinta

Acara pun dimulai

Silakupang..

Kuda Lumping

Digebuk pakai cemeti

Tarian topeng

Siap siap...mau dimasukkan ke dalam kurungan

Wow...dua kurungan hitam

Raja dan Ratu..hehehe

Gerakan ular..

Sebelum memasuki area sanggar tari, satu per satu dari kami diberikan kalung kecil dari bambu sebagai tanda mata. Begitu duduk, minuman hangat teh cocol, yaitu teh yang betul-betul masih asli, dihidangkan bersama dengan singkong dan pisang goreng. Wow..betul-betul penyambutan yang sempurna. Sejenak kemudian Pak Wahyu, Ketua Program Desa Wisata Cikendung, memberikan sambutan kepada para tamu dan juga penduduk Cikendung.

Acara segera dilanjutkan dengan Silakupang, yaitu semacam tarian khas Desa Cikendung yang sudah sejak turun temurun diwarisi dari nenek moyang Desa Cikendung dan masih dijaga sampai sekarang. Kemudian beberapa orang penari baik laki – laki maupun perempuan memasuki arena. Semua penari menggunakan kuda lumping dari bambu dan menari-nari, tampak tidak ada yang istimewa dari tarian tersebut.

Kejutan mulai terjadi ketika seseorang, yang bisa dikatakan sebagai suhu atau guru, berpakaian serba hitam, mulai memasuki arena. Beberapa mantra dibacakan, dan cemeti yang dipegangnya pun digetarkan dan berbunyi, tar..tar...tar. Semua penari tergeletak dan beberapa saat kemudian membuat gerakan-gerakan monyet yang sangat lucu sekali. Bahkan bisa menangkap kacang yang dilemparkan oleh penonton, persis seperti gerakan monyet ketika menangkap kacang.

Kejutan berlanjut ketika Sang Suhu merubah mantra dan sesaat kemudian semua penari merubah gerakannya seperti ular. Mereka melata, melilit lilit dan bergerak di tanah. Sungguh sebuah pemandangan yang menakjubkan. Para penonton bertepuk dengan riuh dan terkagum-kagum akan geraka-gerakan para penari tersebut. kemudian pertunjukan dihentikan untuk sementara, karena waktu menjelang maghrib. Semua penari dan peserta dipersilankan istirahat, mandi dan sekaligus makan malam.

Kurang lebih jam delapan malam, pertunjukan dimulai lagi dan kali ini diawali oleh tarian topeng yang berlagak seperti nenek-nenek. Kepala topeng tersebut geleng-geleng, dan gerakan pinggulnya mirip seorang nenek-nenek ataupun kakek kakek. Dan setelah itu acara puncak dari Silakupang pun digelar, yaitu memasukkan seorang penari laki-laki dan perempuan ke dalam kurungan yang berukuran sempit. Mustahil rasanya bagi manusia untuk berganti pakaian tradisional jawa yang berlapis dan ketat.

Namun fakta berkata lain, setelah seorang penari laki-laki dan wanita dimasukkan ke dalam kurungan, dua menit kemudian berubah total pakaiannya bak seorang raja dan putri. Selanjutnya adalah acara saweran, yang merupakan puncak dari acara tersebut. Konon penduduk setempat sangat percaya, barang siapa yang memberikan saweran kepada para penari, maka rejekinya akan lancar.  Seorang Raja dan Putri yang tak lain adalah penari yang disulap sebelumnya, berjalan kaku dan lemas. Maka ketika anda melempar sesuatu yang kecil, bahkan kacang dan mengenai badan mereka, akan langsung jatuh.

Maka dari itu ketika proses saweran dilakukan, mereka didampingi oleh para Suhu, agar ketika uang sawer yang diletakkan di dalam jaket atau baju mengenai badan mereka, tidak langsung jatuh melainkan ditahan oleh tangan Suhu. Begitulah akhir dari pertunjukan Silakupang yang sunggu sangat luar biasa.

Bagi para pengunjung yang datang dari luar kota, penduduk sekitar Desa Cikendung juga menyediakan homestay yang layak, artinya bersih dan bisa dibuat tidur. Masyarakat sekitar juga sangat ramah, sehingga menambah kerasan saja untuk menginap di Desa Wisata Cikendung.

Ayo..yang penasaran..berkunjung saja kesana !

By : AMGD

 


Kirim komentar

Nama :

Email :

Isi Komentar :

Masukan Angka Berikut ini : 16


×
 

Trip Mlancong




Provinsi