Ringin Jaya, Pecel Khas Jepara

Selasa, 8 Januari 2013

wisata indonesia

“Mari Pak, silakan masuk!” Sambut Bu Yenni dengan ramahnya. Bu Yenni merupakan pemilik warung yang sekaligus merupakan keturunan kedua sejak warung pecel ini didirikan pada tahun 1965. Dan pelanggannya pun sudah menapaki generasi kedua juga. Yang dulunya masih remaja, sekarang sudah tua dan datang lagi bersama anaknya.

Bu Yenni..pemilik Pecel Ringin Jaya

 Wuuh...gorengan...

 Pecel horog horog..mantab !

Walaupun menempati sebuah ruamah petak kecil ukuran 3x6 meter, tapi tak mengurangi ketenaran Pecel Ringan Jaya, malah kian hari pelanggannya terus bertambah banyak. Pecel yang buka dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore ini tiap hari selalu ramai pelanggan. Malahan ramainya di hari kerja, karena banyak pegawai kantoran yang berada di sekitar warung, akan menyerbu dari jam 11 an siang sampai dengan jam 2 an.

Kalau mau agak senggang malah lebih baik datang di akhir pekan, karena para pegawai kantoran yang berada di sekitar lokasi libur. Apa sih yang menjadi keistimewaan Pecel Ringin Jaya ? selain memang lokasinya yang berada di Tengah kota, pecelnya juga ok punya.

Campuran sayurannya sederhana, yaitu tauge, daun bayem, kacang panjang, kemudian ada tambahannya lagi, yaitu bunga kecombrang makanya rasanya lebih yummy. Selain itu bumbu pecelnya cukup kental dan nendang, menunjukkan tidak pelit akan bumbu.

Untuk campuran pecelnya sendiri ada nasi, lontong ataupun horog-horog. Horog-horog merupakan sejenis nasi hasil olahan dari bahan tepung aren. Cara pembuatannya memang lumayan rumit dan memakan waktu yang cukup lama yakni hingga dua hari dua malam.

Diawali dengan pencucian tepung aren, pengeringan dibantu dengan taburan abu diatas adonan, pengerukan kemudian digoreng tanpa minyak. Selanjutnya, proses berikutnya merupakan pengulangan dari proses yang telah dilakukan sebelumnya. Pengulangan yang dilakukan selama dua kali pengukusan itu agar hasilnya terasa kenyal jika dimakan. Agar hasilnya terasa lebih lezat hanya cukup ditambahkan garam secukupnya.

Biasanya orang Jepara sendiri lebih suka mencampurnya dengan horog horog, namun bagi orang luar Jakarta biasanya lebih suka dicampur dengan lontong. Kini Pecel Ringin Jaya telah menjadi salah satu ikon kuliner Kota Jepara.

By : AMGD



Kirim komentar

Nama :

Email :

Isi Komentar :

Masukan Angka Berikut ini : 125


×
 

Trip Mlancong




Provinsi