Menjaga Tradisi Ala Kampung Adat Dukuh

Senin, 26 Maret 2012

wisata indonesia

Tak sulit untuk mencapai Kampung Dukuh, namun juga tak bisa dikatakan dengan mudah. Setelah melalui jalan yang berkelak-kelok di Pamengpeuk, Garut Selatan, perjalanan harus dilanjutkan lagi sekitar 10 km ke arah Cikelet. Ketika sudah sampai di Cikelet perjalanan masih lumayan nyaman dilakukan, karena jalannya rata walaupun tidak mulus. Baru kemudian 5 kilometer menjelang Kampung Dukuh, kita harus pelan-pelan dalam memacu kendaraan. Jalan yang kita lalui tidak rata dan sebagian berbatu. Butuh waktu sekitar 45 menit untuk melalui jalan berbatu ini, sebelum akhirnya mencapai gerbang masuk Kampung Adat Dukuh.

Jalannya berbatu

Jalan yang indah

Memasuki Kampung Adat Dukuh

Gerbang pertama...

Kampung Adat Dukuh di bawah sana

Silakan masuk

Kampung Adat Dukuh

Rumahnya terbuat dari bambu dan kayu

Elok juga viewnya..

Kontur tanahnya naik turun

Sayur pepaya..makanan khas Kampung Adat Dukuh

Pak Jalil...yang menyambut kami dengan ramah

Kolam ikan di samping rumah Pak Jalil

Rumah adat Kampung Adat Dukuh Dalam

Kampung Adat Dukuh Dalam

Mobil bisa diparkir hanya 500 meter menjelang gerbang masuk utama Kampung Adat Dukuh, sehingga lebih memudahkan para pengunjung untuk menuju kampung ini. Sore itu ketika saya tiba disana, Pak Jalil, salah satu penduduk Kampung Adat Dukuh luar, dengan hangatnya menyambut kedatangan saya.

Saya diajak memasuki sebuah rumah panggung yang dindingnya terbuat dari anyaman bambu, serta lantainya terbuat dari kayu. Walaupun sangat sederhana, namun berada dalam rumah tersebut terasa nyaman dan adem. Apalagi ditambah dengan pohon yang ada di sekelilingnya, membuat suasana yang ada lebih asri.

Kebetulan di samping rumah Pak Jalil, ada kolam ikan umum yang biasanya dipergunakan sebagai tempat mancing warga Kampung Adat Dukuh, Semakin sempurnalah menikmati pemandangan sekitar dari teras rumah Pak Jalil. Sore itu kami menghabiskan separo waktu di rumah Pak Jalil dan separonya lagi melihat-lihat kondisi Kampung Adat Dukuh.

Kampung Dukuh merupakan desa dengan suasana alam dan tradisi . Masyarakat Kampung Dukuh mempunyai pandangan hidup yang berdasarkan Mazhab Imam Syafii. Landasan budaya tersebut berpengaruh pada bentukan fisik desa tersebut serta adat istiadat masyarakat. Masyarakat Kampung Dukuh sangat menjunjung keharmonisan dan keselarasan hidup bermasyarakat.

Bentuk bangunan di Kampung Dukuh  tidak menggunakan dinding dari tembok dan atap dan genteng serta jendela kaca. Hal ini menjadi salah satu aturan yang dilatarbelakangi alasan bahwa hal yang berbau kemewahan akan mengakibatkan suasana hidup bermasyarakat menjadi tidak harmonis.

Di kampung ini tidak diperkenankan adanya listrik dan barang-barang elektronik lainnya yang dipercaya selain mendatangkan manfaat juga mendatangkan kemudaratan yang tinggi pula. Alat makan yang dianjurkan terbuat dari pepohonan seperti layaknya bangunan, misalnya bambu batok kelapa dan kayu lainnya. Material tersebut dipercaya lebih memberikan manfaat ekonomis dan kesehatan karena- bahan tersebut tidak mudah hancur atau pecah dan dapat menyerap kotoran.

Komplek kawasan Kampung Adat Dukuh sendiri terbagi menjadi dua, Kampung Adat Dukuh Dalam, yang betul-betul masih memegang semua nilai-nilai yang tersebut di atas, Kampung Adat Dukuh Luar, beberapa nilai sudah disesuaikan.

Berada di Kampung Adat Dukuh membuat kita bisa menyerap nilai-nilai budaya keharmonisan kehidupannya, selain itu suasana kehidupan alami dan kedamaian masih sangat kental disini.

By : AMGD



Kirim komentar

Nama :

Email :

Isi Komentar :

Masukan Angka Berikut ini : 732


×
 

Trip Mlancong




Provinsi