Mengenang Perjuangan Para Pahlawan di Museum 10 November, Surabaya

Selasa, 22 November 2011

wisata indonesia

Sesekali gurunya nampak menjelaskan sesuatu kepada murid-muridnya tentang sejarah daripada setiap sudut bangunan yang ada. Dan murid-murid SD pun terkadang terlihat teriak bersama, Merdeka! Merdeka!. Setelah berkeliling lapangan, kemudian anak-anak SD tersebut masuk ke dalam ruangan menuju Museum 10 November yang terletak di sudut komplek Tugu Pahlawan Surabaya.

Pintu masuk Tugu Pahlawan

Lapangan Tugu Pahlawan

Tugu Pahlawan

Mobil Bung Tomo

Makam pahlawan tak dikenal

Museum

Kota Surabaya tempo doeloe

Koleksi museum

Koleksi senjata

Inilah koleksi senjatanya

Anak-anak tersebut langsung menuju ruangan diorama dimana Bung Tomo melakukan pidato membakar semangat para pahlawan yang berjuang saat itu. Saat suara Bung Tomo menerikakan “Allahu Akbar” atau “merdeka”, siswa-siswi tersebut pun menirukan bersama dengan bersemangat.

Setelah berkeliling di lantai pertama, selanjutnya mereka menuju ke lantai dua. Sebagian besar koleksi lantai dua adalah senjata-senjata para pahlawan kita atau senjata musuh yang dirampas saat itu. Anak-anak tersebut tampak sekali penuh perhatian memandangi senjata-senjata tersebut.

Koleksi senjata tersebut antara lain riple boys kaliber 13 mili meter, senapan madsen M.51 kaliber 3 mm, mortir mark II kaliber 81 mm, senapan bren MK I kaliber 7,7 mm senapan steyr kaliber 6,5 mm, senapan SAFN M.1945 kaliber 30 dan lain-lain.

Juga terdapat koleksi panji-panji Batalyon Untung Suropati dan panji-panji Ibu Tentara, Pemberontak Pusat Jawa Timur pimpinan Bung Tomo serta buku berisi tulisan tangan Bung Tomo di saat perang. Warna panji-panji itu sudah kusam dan tulisannya nyaris tak terbaca. Di lantai dua itu juga terdapat koleksi radio kuno Bung Tomo serta rangkuman peristiwa penting 10 November 1945 yang ditampilkan dalam diorama statis.

Begitulah keseharian Museum 10 Nopember yang lebih banyak dikunjungi oleh para siswa-siswi SD sekitar ataupun luar kita, untuk mengenang kembali jasa para pahlawan yang gugur dalam pertempuran tersebut.

Museum 10 November diresmikan pada tahun 2000 oleh Presiden Abdurrahman Wahid, dan menempati lahan kurang lebih seluas 2 hektar. Tapi bangunan museumnya sendiri hanya menempati seperempat dari lahan tersebut.

Koleksi museum imi semakin lengkap setelah keluarga Bung Tomo menghibahkan sebuah mobil bersejarah ke Pemerintah Kota Surabaya. Mobil dengan merek Opel Kapitan bernomor polisi N 1708 A ini pernah dipakai Bung Tomo untuk mengunjungi para pejuang di seluruh Jawa Timur. Semula mobil itu tersimpan di rumah keluarga Bung Tomo di Malang.  Sebelum kemudian dihibahkan kepada museum untuk menambah koleksi agar para generasi muda semakin mengenang perjuangan zaman dahulu.

Museum 10 November bisa menjadi salah satu alternatif tujuan wisata sejarah di Surabaya. Karena dengan melihat sejarah perjuangan tersebut, kita akan semakin menghargai jasa para pahlawan kita.

By : AMGD



Kirim komentar

Nama :

Email :

Isi Komentar :

Masukan Angka Berikut ini : 72


×
 

Trip Mlancong




Provinsi