Lembah Harau, Angkuh dan Memukau

Minggu, 23 Oktober 2011

wisata indonesia

Begitu memasuki gerbang masuk, pandangan kita langsung tertuju kepada tebing-tebing yang berdiri tegak lurus dengan bumi . Tebing-tebing tersebut menjulang hingga ratusan meter di Lembah Harau, Kabupaten 50 kota, Sumatera Barat.

Keangkuhan tebing Harau

Menuju air terjun

Air terjun dengan kolam di bawahnya

In action

Opak ubi

Mantab..

Asyiknya...

Main cibungan..

Apabila saat berkunjung musim panen padi, maka paduan antara padi dan lembah dengan diapit oleh tebing Lembah Harau yang curam, akan menampilkan pemandangan yang luar biasa keindahannya. Betul, susah membayangkan paduan keindahan tersebut.

Keangkuhan tembok-tembok tersebut menjadi tantangan tersendiri buat para pendaki untuk menaklukannya. Maka dari itu, selain sebagai tujuan wisata, tempat ini juga menjadi salah satu favorit para pendaki yang ingin menaklukannya.

Selain lembah, cagar alam dan suaka margasatwa Lembah Harau seluas kurang lebih  270,5 hektare juga bisa dijadikan sebagai lokasi berpetualang Anda. Sejumlah tempat peristirahatan yang terkesan natural akan melayani kepenetan Anda setelah puas melihat-lihat fenomena alam ini.

Biasanya, yang menjadi tujuan utama wisatawan berkunjung kesini biasanya air terjun besar yang terletak tidak jauh dari lokasi parkir mobil. Air terjun tersebut ditampung satu kolam alami yang airnya sejuk dan bersih. Kolam ini terbilang cukup luas dan mampu menampung puluhan orang untuk bermain air.

Di pinggiran kolam tersebut, terdapat beberapa warung yang siap melayani para pengunjung yang lapar setelah berenang di kolam yang dingin. Satu makanan yang anda harus coba adalah opak ubi yang dicampur dengan bihun pituh dan saus. Rasanya unik, karena di tempat lain sulit ditemukan opak ubi dengan komposisi bumbu seperti ini.

Bahkan, Sebuah prasasti peninggalan Belanda akan dijumpai di lokasi wisata Lembah Harau, tepatnya di kaki air terjun yang akrab disebut masyarakat setempat sebagai Sarasah Bonta.

Prasasti ini menunjukkan bahwa Lembah Harau sudah dikunjungi para penjajah Belanda sejak tahun 1926. Prasasti ini ditandatangani Asisten Residen Belanda untuk Limapuluh Kota F Rinner serta dua wakil dari Indonesia yakni Datuk Kuning Nan Hitam dan Datuk Kodoh Nan Hitam.

Selain keindahan alamnya, beberapa hewan juga dapat kita temui seperti: Landak, Beruang, Tapir, Kambing Hutan dan lainnya. Beragam jenis burung pun melengkapi koleksi kawasan hutan cagar alam ini.

Karena keangkuhan dan keindahannya tersebut, Lembah Harau menjadi salah satu wisata favorit Sumatera Barat. Bahkan banyak wisatawan manca negara yang sengaja datang jauh-jauh, khusus untuk melihat Lembah Harau.

By : AMGD



Kirim komentar

Nama :

Email :

Isi Komentar :

Masukan Angka Berikut ini : 594


×
 

Trip Mlancong




Provinsi