Khas Betawi Haji Nasun

Selasa, 25 Desember 2012

wisata indonesia

Terletak di Jalan Moh. Kahfi II No. 21 Srengseh Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatn, boleh dikatakan bahwa lokasinya memang pinggiran. Tapi pelanggannya rata-rata orang menengah atas alias orang-orang berduit. Seperti Resto khas Betawi lainnya, andalan dari RM Haji Nasun adalah gabus pucung dan pecak gurame. Selain itu masih satu andalan lagi, yang merupakan menu pelengkap, yaitu : sop daging sapi.

Berbentuk rumah

 Suasananya..

 Daftar menu

 Gabus pucung

Pecak gurame

Mantab..

Gabus pucungnya merupakan primadona disini, jadi kalau anda datang terlambat pasti akan kehabisan. Biasanya puncak kedatangan pengunjung ada di jam 11 sampai dengan jam 12-an. Bahkan di hari-hari tertentu, pada jam satu siang semuanya sudah ludes dan rumah makan pun tutup.

Ada beberapa macam bumbu yang harus disiapkan untuk membuat kuah sayur gabus pucung. Bumbu tersebut, di antaranya bawang merah, bawang putih, kemiri, cabai merah, jahe, dan kunyit. Bumbu-bumbu ini kemudian dihaluskan dan ditumis sampai harum. Selanjutnya, isi biji pucung atau keluak dicampur dengan bumbu masak yang telah ditumis. Campuran ini lalu dimasukkan ke dalam air dan direbus sampai mendidih hingga menjadi kuah pucung yang bercita rasa gurih dan pedas. Rasanya…hmm..mantab.

Pecak gurame adalah versi Betawi untuk pecel lele Jawa Timur-an - yaitu ikan goreng yang diguyur dengan sambal kacang pedas. Bedanya, sambal kacang untuk pecak Betawi ini dimasak dengan santan, sehingga lebih gurih. Pedasnya nonjok! Untuk membuatnya lebih istimewa, Babe Nasun mencampur kacangnya dengan kacang mede.

Saat tersentuh garpu, daging gurame terasa agak kenyal, menandakan guramenya masih sangat segar. Pada kunyahan pertama, terasa sangat gurih, tanpa jejak aroma tanah sama sekali. Dan yang lebih menambah selera adalah sambal racikan warung ini ternyata benar-benar mengguncang lidah. Pedas menggigit tetapi tak mampu menghentikan kami untuk berhenti mencocol. Apalagi jika dicocol dengan lalap poh-pohan, yang biasanya juga menjadi hidangan pelengkap.

“Saya biasanya dua minggu sekali mampir kesini Mas”, Papar Mbak Mira salah satu pengunjung RM Haji Nasun. Memang kata salah seorang pelayan resto, banyak sekali pengunjung loyal yang sering datang. Dan inilah salah satu kunci kenapa RM Haji Nasun bisa bertahan sampai sekarang.

By : AMGD

 



Kirim komentar

Nama :

Email :

Isi Komentar :

Masukan Angka Berikut ini : 746


×
 

Trip Mlancong




Provinsi